Perpustakaan Cahaya Ilmu SMK Negeri 4 Pekanbaru

Jalan Purwodadi Panam Kec. Tampan Pekanbaru Riau 28294

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Terminal cinta terakhir

Ashadi Siregar - Nama Orang;

Terminal Cinta Terakhir

Sepanjang Rute Kelembutan

Dapatkah dibandingkan dengan segumpal duri yang mengganjal di lekuk hati? Ketika pintu rumah itu terhempas keras, maka berarti kenyerian di relung dada. Dan, Joki menelan ludahnya yang kemudian terasa getir. Helaan napasnya terasa tersendat. Dia mengawasi pintu tebal bercat coklat tua itu sesaat, lalu membalik badan, dan berjalan pelahan menjauhi rumah itu.

Inilah ganjaran buat keberanian. Inilah kenyataan yang dihadapkan oleh keterombang-ambingan sekian lama: selembar pintu yang nyaris menyenggol hidung, dan suara debumannya yang lebih keras dari suara seribu kanon.

Maka Joki berjalan terseok di bawah kerindangan pohon di sepanjang kirikanan jalan. Semakin jauh dia berjalan, semakin reda tusukan di dadanya. Cuma, berangsur lenyapnya nyeri itu, tidaklah menghilangkan kemelut di hatinya.

Terlalu berani aku agaknya. Aku tahu, dan aku menduga, akan menghadapi kenyataan pahit itu. Tetapi, tidakkah itu lebih baik? Bukankah lebih baik menelan empedu yang paling pahit, sekali reguk lalu lupakan segalanya?

Ah, lupakan segalanya? Bisakah aku melupakan seluruh kenyataan yang pernah kualami? Itu telah menjadi sejarah. Bukankah? Betapa tak berartinya pun diriku, kenyataan dalam hidupku adalah sejarah yang harus dikenang.

Pada usiaku yang kedua puluh empat, harus kucatat bahwa cinta telah membuat aku menjadi manusia kreatif menurut versiku, menjadi manusia paling berani menurut gayaku, dan menjadi manusia paling tak berharga menurut hatiku.

Klakson mobil mengejutkan Joki. Maka pembicaraan dengan dirinya terhenti. Kembali dia sadar bahwa dia sedang berada di jalanan kota yang ramai. Renyal gerimis bulan Maret mengusap mukanya. Sepatunya berdetuk-detuk di trotoar. Langit Kota Jakarta murung disaput mendung. Sore yang basah.
www


Ketersediaan
B99813Tersedia - Bahasa Indonesia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 ASH t
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
813 ASH t
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
novel
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ashadi Siregar
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Terminal cinta terakhir
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Cahaya Ilmu SMK Negeri 4 Pekanbaru
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Cahaya Ilmu SMK Negeri 4 Pekanbaru
merupakan perpustakaan yang ada di Kampus SMK Negeri 4 Pekanbaru yang melayani warga sekolah secara digital melalui sistem informasi ini.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik