Text
Merpati tak pernah ingkar janji
"Romo boleh mempercayakan Maria pada kami," kata Suster Cecilia tegas. "Di SMA putri ini tidak ada anak laki-laki. Tidak ada guru pria. Dari pegawai tara usaha sampai ke tukang kebun, semuanya wanita." "Saya percaya ini sekolah yang baik," sahut Pak Handoyo puas. "Sepuluh tahun di bawah pimpinan Suster Cecilia, tidak pernah terdengar ada skandal atau kericuhan muncul di sini. Tapi tolong. Suster, jangan panggil saya Romo. Saya sudah bukan seorang pastor lagi." "Maaf." Tidak ada nada mengejek dalam senyum Suster Cecilia. Senyumnya begitu tulus. Membuat Pak Handoyo merasa lebih tenang. "Dalam pakaian seperti ini pun Pak Handoyo tidak berubah. Apalagi jenggot itu masih di sana, saya seperti melihat kembali Pak Handoyo mengenakan jubah putih, mengajar kami para calon biarawati dua puluh tahun yang lalu."
Koleksi
| B87 | 813 | Tersedia - Bahasa Indonesia |
Tidak tersedia versi lain