Text
Cerita untuk kirana
Sekapur Sirih Cerita ini berangkat dari Syair Tajul Muluk, sebuah naskah koleksi Perpustakaan Nasional, Jakarta. Naskah tersebut sudah dibuat dalam bentuk mikrofilm. Sebagai warisan nenek moyang, di dalam Syair Tajul Muluk terkandung banyak nilai luhur dan budaya masa lalu bangsa Indonesia yang patut diteladani. Syair Tajul Muluk ditransliterasi oleh Siti Zahra Yundiafi, karyawan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Berdasarkan hasil transliterasi tersebut, penulis berusaha menyusunnya kembali sebagai cerita anak, khususnya untuk siswa-siswi SMP, dengan judul Saputangan Cinta (2012). Cerita tersebut penulis telaah ulang dalam rangka Gerakan Literasi Nasional dan diberi judul Cerita untuk Kirana. Dwi Pratiwi
| B84 | Tersedia - Bahasa Indonesia |
Tidak tersedia versi lain